Ini Loh!! Perbedaan Teknologi Blue Core Dan PGM-FI Terlengkap

Posted on

Perbedaan Teknologi Blue Core Dan PGM-FI Terlengkap – Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang apakah perbedaan antara PGM-FI Honda dengan teknologi blue core Yamaha. Karena munculnya produk baru dari pabrikan Yamaha dengan teknologi Blue Core yang sering terdengar para konsumen sepeda motor banyak menanyakan apakah terdapat perbedaan, sert keunggulan dan kelemahan dari masing-masing teknologi tersebut.

Perbedaan PGM-FI Dengan Ymjet FI Atau Blue Core

Dan sebelum membahas apakah terdapat perbedaan dari masing-masing teknologi tersebut, maka kita harus share terlebih dahulu bahwa tuntutan teknologi kedepannya haruslah memenuhi sistem ramah lingkungan diantaranya adalah:

  • Konsumsi bahan bakar yang irit dan efisien.
  • Menekan emisi gas buang kendaraan.
  • Mengurangi tingkat kebisikan yang disebabkan oleh mekanisme mesin.
  • Mengurangi getaran yang dihasilkan oleh mesin.
  • Harganya terjang
  • Keselamatan komponen-komponen pada motor dan tentu saja keselamatan pengendara.

Maka dari untuk untuk memenuhi tuntutan teknologi diatas maka para perusahaan-perusahaan otomotif selalu membuat inovasi-inovasi untuk dapat mengembangkan teknologinya agar para konsumen memilih produk yang baguis.

Perbedaan Teknologi Blue Core Dan PGM-FI Terbaru

Karena sejak era tahun 80 an sampai dengan 1990 an perkembangan otomtotif di Indonesia masih memakai teknologi konvensional baik itu teknologi pengapian serta teknologi pengaturan bahan bakarnya meski  di negara lain banyak yang telah menggunakan teknologi yang sangat berkembang pesat tahun 60.

Dan pada tahun awal 2000 an atau yang dinanakan era melinium Indonesia teknologi injeksi baru masuk ke Indonesia agar memenuhi tuntutan teknologi otomotif yang terus dan harus berkembang.

Teknologi injeksi adalah teknologi yang mengatur diaman sistem bahan bakar pada kendaraan dengan cara menginjeksikan bahan bakar tersebut kedalam ruang bakar yang terpisahkan dengan udara dengan pengaturan sistem program computer ini atau yang sering dikenal dengan nama ECM “Elektronik Fuel Injection” dan tidak hanya sistem pengaturan bahan bakarnya saja tetapi sistem pengapian untuk menghasilkan api busi serta pada saat pengapian juga diatur menggunakan sistem computerisasi yang cukup canggih.

Sistem injeksi ini telah hadir untuk menyempurnakan teknologi yang sebelumnya dengan menggunakan sistem bahan bakar secara konvensional atau secara mekanis serta sistem pengapiannya juga secara mekanis dengan cara mentransformasikan dari karburator yang menuju ke menuju sistem injeksi.

Dan untuk transformasi dari pengapian platina yang menuju sistem pengapian elektronik tersistem. Untuk sistem injeksi ini memakai sensor-sensor yang berfungsi untuk mengontrol semua kinerja yang terdapat pada mesin motor. Sensor yang nantinya akan melaporkan dari semua informasi terkait aktivitas apda komponen-komponen engine pada saat menghasilkan pembakaran dan juga tenaga.

Sistem Bahan Bakar Dan Pengapian Elektronik Injeksi

Maka berikut iani apa saja yang dikontrol oleh sebuah sistem bahan bakar injeksi dan pengapian elektronik, untuk lebih jelasnya TutorialOtomotif akan memaparkannya dan simak uraian berikut ini:

  • Aliran atau suplai udara yang masuk ke intake manifold apakah udara yang masuk bersifat dingin atau panas hal tersebut lebih cendrung pada keadaan cuacanya. Line-height: 115%,”>2. Hal tersebut massa udara yang mengalir atau masuk pada intake manifold. Serta massa udara tersebut yang bisa menentukan berapa besar pembakaran yang akan terjadi dan yang akan dipadukan bersama injeksi bahan bakar tersebut.
  • Proses bukaan katup gas, pada bukaan katup gas juga nantinya akan dideteksi supaya bahan bakar yang akan dikeluarkan tersebut sesuai dengan beban mesin motor.
  • Untuk injektor bahan bakar yang fungsinya untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang pembakaran setelah ECU (Electronic Control Unit) mengirimkan informasi.
  • Pada ketukan mesin juga diteksi jika kondisi mesin dalam keadaan tidak normal dan ECU (Electronic Control Unit) akan langsung mengambil tindakan untuk bisa memperbaikinya.
  • Cara kerja poros engkol dan juga cam shaft di dideteksi supaya sudut pengapian, di saat pengapian pada pembakaran pas, hal ini akan berhubung dengan konsumsi bahan baakar serta emisi gas buang.
  • Sedangkan untuk kerja poros engkol dan cam shaft juga dideteksi supaya sudut pengapian, disaat pengapian pada pembakaran yang pas, hal ini akan berhubung dengan konsumsi bahan bakar serta emisi gas buang.
  • ECU (Electronic Control Unit) merupakan unit yang paling penting pada teknologi eletronik di motor yang berfungsi untuk mengatur semua informasi-informasi yang sudah dikumpulkan oleh sensor-sensor yang pada nantinya akan dilakukan tindakan sesuai dengan kondisi.
  • Pada sistem pembentukan part silinder mesin, dengan perkembangan teknologi silinder mesin awalnya adalah campuran material besi dan baja tetapi terdapat penambahan material besi dan juga baja tetapi ada penambahan material silicon yang berfungsi untuk mereduksi panas dari gerakan atau gesekan piston .

Apakah Perbedaan Blue Core Dengan PGM-FI

Perbedaan Teknologi Blue Core Dan PGM-FI Di MotorPerbedaan Teknologi Blue Core Dan PGM-FI Lengkap

Karena sering timbul pertanyaan apakah ada perbedaan antara Yamaha dengan teknologi blue corenya dan Honda dengan teknologi PGM-FI nya. Untuk itu kita semua dapat menjawab sama karena fungsi dari teknologi tersebut sama.

Itu karena keduanya sama-sama memakai sistem injeksi dengan pengaturan sistem bahan bakar serta pengapian secara elektronik. Sedangkan untuk perbedaannya terdapat dari pemberian nama masing-masing pada teknologi perusahaan supaya setiap perusahaan dapat menarik perhatian konsumen.

Hal tersebut lebih ke bagaimana strategi pemasaran dari masing-masing perusahaan tersebut. Tetapi catatan penting adalah dengan teknologi sama dan yang paling signifikan adalah mengenai kualitas komponen-komponen tersebut tentu saja akan berimbas pada harga dari sepeda motor tersebut.

Terkait dengan kelengkapan sparepart, kualitas part mesin serta faktor keamanan dari motor tersebut. Tentu sakan berbeda sekali diantara harga motor murah dengan yang lebih mahal terkait dengan kualitas part serta kelengkapan mesin ataupun yang lainnya.

Dan yang harus diperhatikan pada tiap-tiap motor tersebut adalah daya yang dihasilkan ataupun tenaga yang dihasilkan oleh motor dengan besar CC yang sama dapat menghasilkan tenaga yang berbeda terkait dengan.

  • Tekanan kompresinya.
  • Volumetrik kendaraan yang lebih dikenal dengan CC motor.
  • Sistem pengapian motor yang digunakan seperti “Dli, Cdi, Ems Elekctronic Menagement System”.
  • Dari kinerja mekanis pada komponen mesin motr “Dohc/ Sohc/Ohv” dan sebagainya.

Demikian pembahasan mengenai Blue Core dan PGM-FI yang bisa kami sampaikan, semoga dengan adanya ulasan diatas bisa berguna dan tentu saja bermanfaat untuk kalian semua, dan menambah referensi dalam dunia otomotif, terima kasih banyak sudah mengunjungi artikel ini.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya: