Apakah Engine Brake Dapat Merusak Mesin?? [WAJIB TAHU]

Posted on

Apakah Engine Brake Dapat Merusak Mesin?? – Beberapa manuver pada saat mengemudi mobil memanglah mempunyai keistimewaan tersendiri bagi pengendara. Tentunya saat sedang bermanuver juga memiliki teknik – teknik tersendiri untuk melakukannya. Dan untuk salah satunya ialah teknik pengereman mesin atau bisa disebut dengan engine brake yang bisa dimaksimalkan.

apakah engine brake merusak mesin mobil

Sebenarnya hanya sepele dan cukup mudah untuk melakukan manuver engine brake atau pengereman mesin yang baik dan benar. Maka untuk lebih jelasnya berikut ini kami sampaikan hal-hal apa saja yang harus anda semua ketahui dari cara yang bisa menghemat bahan bakar ini.

Cara Engine Brake Agar Tidak Merusak Mesin

1. Mengurangi Beban Kerja Rem

Sesuai dengan sebutannya ternyata engine brake bisa mengurangi kecepatan mobil. Karena engine brake bisa meringankan atau mengurangi penggunaan rem, terlebih lagi pada saat jalanan menurun dan secara bertahap gigi diturunkan secara pelahan, karena jika asal asalan menurunkan gigi pengendara dan penumpang menjadi tidak nyaman dan efeknya malah bisa merusak mesin.

2. Tidak Merusak Mesin

banyak anggapan bagi sebagian orang jika dengan menggunakan engine brake bisa merusak mesin kendaraan. bila anda melakukan caranya dengan tepat hal tersebut tentu saja tidak akan terjadi. Maka lakukanlah engine brake secara bertahap. Dan jangan langsung menurunkan gigi lompat ke gigi paling rendah. Dengan menurunkan gigi transmisi dengan cara bertahap berguna untuk menjaga putaran mesin kendaraan tidak terlalu jauh kenaikannya.

3. Bisa Menghemat Bahan Bakar

diwaktu melakukan engine brake maka secara otomatis tidak akan ada bahan bakar yang tersuplai ke ruang bakar mesin. Hal tersebut terjadi karena mesin mendapatkan dorongan dari poros roda yang sedang berputar. Pada saat kondisi jalanan menurun, maka gaya gravitasi dapat membantu manuver deselarasi tersebut menjadi lebih optimal.

4. Engine Brake Di Mobil Transmisi Manual

karena sebelum deselarasi dan engine brake, pengendara atau pengemudi haruslah secara perlahan lahan menekan pedal rem. kemudian pindahkan gigi ke satu tingkat yang lebih rendah, hal tersebut dilakukan untuk kenyamanan pengemudi dan penumpang serta efeknya tidak merusak mesin.

apakah engine brake bisa merusak mesin

5. Engine Brake Di Mobil Transmisi Otomatik

karena pada dasarnya teknik melakukan engine brake yang benar pada mobil matik hampir sama seperti halnya mobil manual. Karena daya engine brake pada mobil matik sebenarnya tidaklah terlalu signifikan, terlebih lagi pada transmisi yang terdapat fitur Overdrive. Alangkah baiknya fitur tersebut dimatikan atau dinonaktifkan, maka bisa melakukan penurunan gigi secara bertahap seperti halnya pada tipe tranmisi mobil manual.

6. Sikap Pengemudi Saat Engine Brake

Bagaimanapun juga pada waktu engine brake mobil akan berpotensi juga untuk bisa kehilangan kendali. Terlebih lagi jika pada transmisi manual dan pengendara melepaskan kopling secara kasar atau tidak perlahan. Maka kami menegaskan untuk para pengemudi untuk tetap dalam kondisi siap pada saat melakukan engine brake, usahakan tangan pada posisi jam 9 dan 3, posisi kaki kiri harus selalu waspada dan siap untuk berpindah-pindah dari pedal rem dan kopling bila mobil manual. Terlebih lagi pada waktu mobil berjalan melewati daerah pegunungan yang sering sekali menemui kondisi jalan menurun yang cukup curam.

7. Engine Brake Kondisi Hujan

kewaspadaan dan kesigapan pengemudi saat melakukan engine brake haruslah lebih meningkat pada saat kondisi hujan, baik itudi jalanan datar ataupun menurun. Usahakan selalu menjaga jarak sekitar +/- 50 meter dari kendaraan di depan pada saat mengurangi kecepatan, sebelum berbelok dan menurunkan gigi ke gigi rendah secara perlahan. Dan untuk mobil manual, lepaskan kopling secara perlahan untuk menghindari roda mengunci disaat melepas kopling.

8. Rev Matching

Tehnik tersebut merupakan teknik menyesuaikan putaran gigi atau transmisi dengan putaran mesin (rpm) yang biasanya digunakan pada saat menurunkan gigi (downshift). Maka dari itu teknik ini juga kadang disebut dengan istilah rev match downshift. Jadi lebih gampangnya merupakan teknik yang digunakan untuk melakukan engine brake secara halus.

Jadi pada waktu menginjak kopling dan memindahkan ke gigi paling rendah, maka gas diinjak supaya putaran mesin naik. Dengan cara demikian pada saat pedal kopling dilepas terasa halus. Selain menjadi lebih nyaman, pada teknik ini juga akan membuat roda tetap berada pada traksi yang maksimal.

Melakukan latihan dan keterbiasaan diperlukan agar bisa melakukannya dengan benar. Karena di dunia balap, teknik ini sering dikenal dengan sebutan heel and toe dengan cara kaki kanan menginjak rem dan gas, sementara untuk kaki kiri menginjak kopling

demikian informasi kami sampaikan dalam melakukan enggine break, jika anda ingin melalkukannya maka lakukanlah secara perlahan dan usahakan dalam kecepatan yang rendah, dan selalu waspada agar nantinya tidak merugikan diri sendiri dan menggangu pengguna jalan yang lain, terimakasih sudah membaca artikel ini.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya: