[TIPS AMPUH] Agar Mesin Mobil Tidak Cepat Panas Atau Overheating

Posted on

[TIPS AMPUH] Agar Mesin Mobil Tidak Cepat Panas Atau Overheating


Agar Mesin Mobil Tidak Cepat Panas Atau Overheating – Salah satu yang merupakan ciri mesin overheating atau kondisi temperatur mesin yang naik ialah ketika mesin mati secara tiba-tiba, bila kita tidak memperhatikan lampu indikator temperatur yang berada di panel speedometer baik itu yang berupa jarum indikator temperature ataupun dengan  lampu indikator temperatur.

Penyebab Indikator Temperatur Mobil mati

Untuk tips mesin mobil supaya tidak terjadi overheating ataupun tips mesin mobil agar mencegah temperatur yang tinggi naik. Overheating ataupun biasa disebut dengan temperatur tinggi mesin yang naik merupakan salah satu kondisi dimana mesin mobil tidak dapat bekerja dengan baik atau normal yang biasanya disebabkan oleh temperatur dari kerja mesin berada di atas suhu yang normal pada mesin.

Dan secara mudahnya temperatur kinerja mesin yang normal dapat digambarkan sebagai kondisi yang mana motor cooling fan dapat on dan off dengan mengikuti temperatur mesin serta suhu kerja mesin normal yang berada di antara 85 sampai 95 derajat celsius. hal ini bila mesin menggunakan elektrik fan seperti kebanyakan pada mobil saat ini.

Untuk beberapa hal yang bisa di lakukan pada saat perawatan serta saat melakukan pemeriksaan sistem pendingin mesin mobil supaya bisa mencegah terjadinya penyebab temperatur mesin menjadi tinggi atau sering disebut soverheating.

Cara Mencegah Temperatur Mesin Tinggi Atau Overheating


1. Memeriksa Kondisi Tutup Tadiator

Untuk tutup radiator biasanya terdapat karet-karet dan bila karet tersebut rusak ataupun kondisinya sudah mengeras dapat mengakibatkan air pendingin radiator mesin keluar dari radiator dan tidak melewati tabung reservoir.

Temperatur Mesin Mobil Normal

Cara pemeriksaan tutup radiator dapat juga di lakukan dengan cara menggunakan radiator cup tester agar mengetahui tekanan relief valve radiator yang mulai terbuka, bila tidak lagi sesuai dengan yang tertera pada tutup radiator maka lebih baik anda segera mengganti tutup radiator.

2. Memeriksa kondisi radiator dan kebocoran sistem pendingin

Pada beberapa bagian radiator yang perlu anda periksa ialah upper tank dan juga lower tank ,dan terutama pada radiator yang bahannya memakai plastik untuk upper tank dan juga lower tank. Karena pada jarak kilometer tempuh tertentu upper tank serta lower tank yang bahannya terbuat dari plastik akan mudah rapuh serta retak – retak yang akan menyebabkan terjadinya kebocoran pada  air radiator. Upper tank atau pada bagian radiator paling atas yang akan terlebih dulu mengalami kerusakan atau masalah karena langsung menerima air panas yang dari mesin.

Dengan cara memberikan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan relief valve pada tutup radiator,tutup radiator yang umumnya mempunyai tekanan 1,1 bar ataupun 0,9 bar. Dan bila telah di temukan kebocoran atau adanya air yang menetes maka dapat di lakukan penanganan pada tempat yang terjadi kebocoran tersebut.

3. Pergunakan Radiator Coolant

Air bila dipanaskan cenderung bereaksi dengan logam sert  membuat larutan logam maka oleh sebab itu bila radiator yang tidak di beri air radiator atau radiator coolant seringkali akan memiliki air yang  kekuningan yang biasa nya warna kuning dan yang akan menempel di dalam radiator.

Serta air yang tidak murni atau air khusus radiator seringkali didalamnya mengandung logam yang bisa menimbulkan kerak dan nantinya dapat menyumbat saluran radiator dan pada akhirnya membuat mesin akan overheating.

Temperatur Mesin Mobil Terbaru

Air mempunyai titik penguapan yang rendah hanya sekitar 100 derajat Celsius sedangkan untuk suhu mesin dapat diatas 100 derajat Celsius maka jika kita menggunakan air untuk melakukan pengisian radiator maka air didalam radiator akan lebih cepat berkurang dan yang disebabkan oleh penguapan lewat reservoir. Maka  radiator coolant sangatlah direkomendasikan untuk dipakai di radiator mobil.

4. Periksa Kecepatan Angin Kipas Radiator Dan Kebersihan Permukaan Radiator

Jenis mesin modern dengan memakai motor cooling fan, motor cooling fan ataupun kipas radiator tersebut akan berputar pada saat temperatur keja tercapai. Kotoran yang berupa debu, daun-daun ataupun sirip yang tertekuk tersebut akan mengurangi kemampuan untuk membuang panas radiator, dan selain itu juga akan menambah beban motor cooling fan yang di tandai naik nya arus listrik yang akan mengalir ke motor cooling fan “bila radiator menggunakan motor cooling fan”.

Dan jika kondisi Motor Cooling Fan juga bisa mempengaruhi dari kecepatan angin motor cooling fan ataupun pada kipas radiator disaat membuang panas radiator mesin mobil.

5. Periksa Kondisi Slang Radiator Beserta Klem Slang Radiator

Kondisi  yang mana slang radiator sudah waktunya di ganti ialah ketika selang sudah mulai mengeras dan pada saat di tekan dengan tangan selang sudah tidak lentur lagi. Biasanya hal tersebut akan terdengar bunyi pada saat slang radiator tersebut di tekan.

6. Periksa Ketinggian Oli Mesin Dengan Melalui Stik Oli

Selanjutnya fungsi dari oli mesin itu sendiri selain untuk melumasi pada bagian-bagian mesin mobil yang bergesekan juga dapat berfungsi untuk mendinginkan mesin selain cooling sistem, maka sangat penting untuk menjaga kondisi oli mesin dengan jumlah yang cukup.

7. Periksa Kondisi V-Belt Yang Memutar Water Pump Atau Pompa Air

Untuk pemeriksaan kondisi v-belt ini untuk mencegah v-belt terputus karena v-belt yang telah terlihat retak-retak dan akan rawan putus maka  sebaiknya harus di ganti untuk mencegah terjadinya putus di tengah jalan.

Demikian informasi yang dapat panduanmontir.com sampaikan, semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan dalam dunia otomotif, terimakasih telah mangunjungi artikel ini.

Baca Juga: